Hari ini, Harga Karet Dunia Kian Tertekan

margind.com-Tokyo. Harga komoditi karet berjangka turun ke level terendah dalam sepekan. Pemicunya, turunnya harga minyak membuat persaingan produk sintetis akan meningkat. Selain itu, Thailand sebagai negara produsen terbesar memasuki resesi untuk pertama kalinya sejak tahun 2009.

Di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), harga karet untuk pengiriman Januari 2014 turun 1,6% di posisi ¥ 262,3 per kilogram atau senilai US$ 2.685 per ton. Pada pukul 12.48 WIB, harga terendah di posisi ¥ 260 per kg dan harga tertinggi di posisi ¥ 265,2 per kg. Adapun volume transaksi perdagangan mencapai 4.733 lot.

Sementara itu, kemarin, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) turun untuk pertama kalinya dalam tujuh hari. pemicunya, hilangnya ancaman badai di Teluk Meksikomenghapus risiko terhadap produksi minyak dan gas di daerah tersebut. Adapun saham Asia turun untuk hari keempat karena Thailand memasuki resesi dan mata uang India jatuh ke rekor terendah.

“Akibat negara berkembang menunjukkan tanda-tanda melemah, menimbulkan kekhawatiran tumbuh untuk permintaan karet,” kata Takaki Shigemoto, analis di perusahaan riset JSC Corp di Tokyo, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (20/8).

Di Shanghai Futures Exchange, karet untuk pengiriman Januari 2014 turun 0,4% di posisi 19.775 yuan atau senilai US$ 3.229 per ton. Menurut data bursa pada 16 Agustus l;alu, stok karet alam  meningkat 4.457 ton menjadi 122.645 ton dan level tertinggi sejak Februari 2010.

Sedangkan, kemarin, perdagangan karet bebas Thailand menguat 0,9% di posisi 81,75 bath atau senilai US$ 2,60 per kilogram. Untuk diketahui, Pemerintah Thailand berencana untuk menghabiskan 30 miliar baht untuk mendukung para petani dan pengolah karet. Menurut  Wakil Perdana Menteri Thailand, Yukol Limlamthong, pada 15 Agustus lalu, negara ini tidak memiliki rencana untuk menjual persediaan karet negara. redaksi@margind.com

Baca juga

Top