Ilustrasi

Google|Google

Ilustrasi

-

Industri Tahu Tempe di Palu Gunakan Kedelai Impor

13 June 2013 | 14:54:08 WIB   Dibaca:3929  
  •  

Penulis: Poponk

margind.com-Sulawesi. Usaha industri tahu dan tempe di Palu, Sulawesi Tengah, selama dua tahun belakangan terpaksa menggunakan kedelai impor meski harganya cukup mahal karena sulit mendapatkan kedelai produksi lokal.

"Agar tetap bisa berproduksi terpaksa kami membeli kedelai impor, meski harga terbilang mahal dibandingkan produksi petani lokal," kata Ismail, salah seorang pemilik industri tahu dan tempe di Kecamatan Palu Selatan, kepada berita Daerah, Kamis (13/06).

Ia mengatakan selama ini industri makanan itu membeli kadelai impor asal Amerika dari distributor. Harga kedelai impor di tingkat distributor saat ini berkisar Rp8.000,00 per kilogram.

"Harga ini sudah bertahan cukup lama lebih setahun," katanya dan menambahkan bahwa distributor mendatangkan kedelai impor tersebut melalui Surabaya.

Mahalnya kedelai impor di pasaran dikarenakan permintaan meningkat, sementara stok sangat terbatas. Selain itu juga karena biaya transportasi dari Surabaya ke Palu cukup tinggi sehingga konsekuensinya harga jual distributor kepada industri tentu disesuaikan.

"Tidak mungkin distributor mau merugi," katanya.

Menurut dia, sebenarnya mereka bisa saja mendatangkan sendiri dari Surabaya agar lebih menguntungkan. Hanya saja volumenya harus besar dan mereka tidak memiliki modal. Ismail mengaku selama ini tidak pernah membeli kedelai produksi petani lokal karena tidak ada kedele lokal dijual di pasar.

"Kami selalu mencari, tetapi tidak ada di pasaran," katanya.

Keterangan lain menyebutkan produksi kedelai petani Sulteng selama ini dijual ke Manado dan Jawa karena harga di sana cukup tinggi. Harga kedelai lokal di pasaran berkisar Rp6.000,00 per kilogram.

Karena harga kedelai impor cukup mahal, rata-rata industri tahu dan tempe di Kota Palu membatasi produksinya. Kalau tahun-tahun sebelumnya produksi tahu bisa sampai 800 kg per hari, kini dalam setahun terakhir hanya mampu paling banyak 400kg per hari. redaksi@margind.com

 

Share: